Cerita Pramugari: Dari Penumpang yang Bikin Terharu Sampai Cara Dapat Upgrade

Wegonesia, pernah ga sih bermimpi punya pekerjaan di mana kamu bisa jalan-jalan terus? Sekarang, sih, sudah banyak pekerjaan yang bisa dipilih kalau kamu memiliki dorongan kuat untuk pergi menjelajahi dunia. Mulai dari pemandu wisata, travel blogger, bahkan jadi petani buah sambil keliling Australia. Selain itu, ada satu profesi yang dari dulu hingga sekarang jadi impian siapa saja yang hobi jalan-jalan: jadi pramugari.

Bulan ini, redaksi Wego mewawancarai Afianka Maunaza yang berprofesi sebagai pramugari Garuda Indonesia tentang pekerjaannya yang jadi idaman banyak orang.

Awal mula menjadi pramugari

Rupanya, wanita yang biasa dipanggil Anka ini mulanya tidak berencana mendaftar jadi pramugari.

“Awalnya itu dulu mau daftar MT (management trainee -red) Garuda, terus pas lagi daftar di website ada pilihan pramugari. Ya udah iseng aja klik pramugari. Tes tes tes eh lolos, ya, udah keterusan, deh, sampai sekarang,” cerita Anka yang sudah 4 tahun bekerja di Garuda Indonesia.

cerita pramugrari-travel-on

Anka di Shinjuku Gyoen National Garden. Selain kesempatan menjelajahi dunia, banyak lagi yang dirasakan Anka setelah menjadi pramugari.

Selama menjadi pramugari, sudah banyak pengalaman seru yang didapat Anka. Jika sebelumnya hanya bisa jalan-jalan saat libur kuliah, sekarang kesempatan itu terbuka lebih luas. Rute yang dilaluinya pun bermacam-macam, baik dalam maupun luar negeri. Hasilnya, selain mengenal tempat-tempat baru, ia juga jadi belajar menghadapi berbagai macam tipe penumpang. Menjadi pramugari juga ternyata membuat Anka lebih berani, lho. Sebetulnya, Anka termasuk gampang mual saat terjadi turbulensi dalam pesawat. Namun saat bertugas, ketakutan itu hilang karena ia lebih memikirkan tanggung jawab terhadap penumpang.

Selain bercerita tentang pengalamannya selama menjadi pramugari, Anka juga membagi beberapa rahasia dan tip dunia penerbangan yang selama ini tidak banyak diketahui orang. Berikut di antaranya:

Jurus jitu mengatasi jet lag

Sebagai pramugari yang sering melakukan penerbangan jarak jauh, Anka sudah biasa mengalami jet lag. Kalau ini terjadi, Anka harus pintar-pintar beradaptasi, apalagi jam kerjanya tidak seperti pegawai kantoran yang masuk pukul 9 dan pulang pukul 5 sore tiap hari. Oleh karena itu, urusan mengatur waktu jadi lebih tricky baginya.

Cerita pramugari

Jet lag adalah teman akrab awak pesawat. Supaya selalu segar saat bertugas, Anka melatih pikiran dan tubuhnya untuk selalu beradaptasi.

Pada dasarnya, untuk mengatasi jet lag, kita hanya perlu mengikuti waktu di tempat tujuan. Misalnya, kalau terbang ke luar negeri, yang pertama-tama harus dilakukan adalah mengatur jam tangan sesuai waktu di tempat tujuan kita. Dengan begitu, jika sesampainya di tempat tujuan hari sudah malam, usahakan tidur meski sebenarnya kita tidak mengantuk. Sebaliknya, kalau di sana masih siang, cobalah jalan-jalan supaya tidak tergoda bantal empuk di kamar hotel.

“Lebih ke mainin pikiran aja… oke, ini siang waktunya pergi, oke, ini malem waktunya tidur, oke, ini pagi waktunya sarapan,” jelas Anka.

Penyebab pesawat lama berangkat

Pernahkah kamu mengalami saat semua penumpang sudah duduk memakai sabuk pengaman dan pesawat siap lepas landas, tapi pesawatnya malah taxiing (jalan di darat) lama betul sebelum akhirnya berangkat? Menurut Anka, ini biasanya disebabkan traffic bandara yang sangat sibuk. Di Bandara Soekarno-Hatta, khususnya, hal ini sering kali terjadi karena pemakaian landasan pacu di bandara tersebut mencapai 84 pesawat per jam. Setiap saat ada banyak pesawat yang siap lepas landas dan mendarat sehingga kadang pesawat harus antre menunggu giliran. Padahal, Soekarno-Hatta tidak masuk ke daftar bandara tersibuk di dunia, lho. Namun, di luar negeri hal ini justru lebih jarang terjadi.

“Kadang ada juga traffic, apalagi bandara-bandara besar. Cuma biasanya kalau bandara luar negeri lebih ketat. Kadang kalau kita miss dari slot yang seharusnya, bisa jadi makin lama (berangkat -red),” kata Anka. Untuk mencegahnya, awak pesawat harus sigap menyiapkan pesawat supaya bisa jalan tepat waktu.

Pesawat delay

Sebal karena pesawat delay? Tunggu dulu, penumpang juga bisa jadi penyebabnya, lho

Ternyata, traffic ini pula lah yang sering kali jadi penyebab delay. Namun selain itu, ternyata penumpang juga bisa mengakibatkan delay, lho. Kalau ada penumpang yang tidak mau mematuhi peraturan di pesawat, bukan tidak mungkin pesawat tersebut harus mengalami delay atau bahkan tidak jadi berangkat. Menyerang atau menghalangi awak kabin saat bertugas, contohnya, dapat berujung penumpang diusir dari pesawat dan penerbangan tertunda. Untungnya, hal ini belum pernah ditemui Anka selama bertugas sebagai pramugari Garuda Indonesia.

Benarkah ada jurus mendapatkan upgrade gratis?

Kelas bisnis pesawat

Kalau beruntung, ruang kaki yang lega di kelas bisnis bisa jadi milikmu tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam

Bagi traveler yang biasa naik kelas ekonomi, mendapatkan upgrade gratis ke kelas bisnis tentu akan jadi pengalaman yang menyenangkan. Wego bertanya pada Anka mengenai cara mendapatkan upgrade gratis.

Terkadang, kelas ekonomi di suatu penerbangan mengalami overbooking atau keadaan di mana maskapai menjual tiket lebih banyak dari kapasitas penumpang yang sebenarnya. Jika di saat bersamaan ada kursi kosong di kelas bisnis, bisa saja ada penumpang kelas ekonomi yang di-upgrade supaya tiketnya dapat dialihkan ke penumpang lain.

Meski begitu, menurut Anka ada faktor lain yang membuat seseorang mendapatkan kesempatan upgrade. Di maskapai Garuda Indonesia, biasanya penumpang yang telah mengumpulkan mileage hingga jumlah tertentu akan diprioritaskan untuk upgrade. Selain itu, harga tiket yang kamu bayarkan tenyata berpengaruh juga. Penumpang yang membeli tiket dengan harga penuh tentu akan diutamakan dibanding yang membeli tiket promo.

Sikap penumpang yang bisa bikin pramugari melupakan lelahnya

Selama penerbangan, pramugari bertanggung jawab melayani dan memastikan keselamatan penumpang. Bayangkan betapa beratnya tugas pramugari jika di pesawat sejenis Boeing 747 yang berdaya tampung 400-600 penumpang hanya punya awak kabin berjumlah belasan. Saat mendarat, tentu wajar kalau mereka pun merasa lelah.

Pramugari

Hal kecil yang dilakukan penumpang ternyata bisa berdampak besar pada pramugari

Namun bagi Anka, ada satu hal sederhana yang bisa membuat ia melupakan rasa lelah setelah bertugas. Ketika wawancara, ia menceritakan kepada Wego pernah bertemu penumpang yang menghampirinya sebelum turun dari pesawat.

“Aku pernah terbang Jeddah-Jakarta bawa penumpang umrah… Penerbangan 9 jam, lah, kira-kira. Pas perjalanan, tuh, ya udah serving biasa aja. Nah, pas penumpang mau disembark ada nenek-nenek yang bilang, ‘Neng, makasih banyak, ya, pelayanannya, saya puas.’ Bahkan itu sebelum aku ngomong ‘Makasih, Ibu, selamat jalan,’ mereka udah ngomong duluan.”

Ternyata menjadi penumpang yang baik itu tidak sulit, ya. Siapa sangka hal sesederhana menyampaikan terima kasih dan membalas salam dari pramugari bisa membuat perbedaan besar pada hari mereka?

Baca juga:

Comments


Sumber : Wego.co.id