22 Hal Tentang Korea Utara yang Jarang Diketahui Orang

Apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar nama Korea Utara? Senjata nuklir yang dapat mereka luncurkan sewaktu-waktu? Mode rambut dan pakaian penduduknya yang seperti tertinggal berdekade-dekade dari tren dunia?

Karena selama ini Korea Utara bukanlah destinasi wisata yang jamak dikunjungi, rasanya agak sulit menentukan apakah yang kita dengar itu mitos atau fakta. Supaya tidak penasaran, yuk simak hasil observasi Mar Pages yang sempat melakukan perjalanan selama 13 hari di Korea Utara pada tahun 2015. Dilansir dari laman matadornetwork.com, berikut 22 hal tentang Korea Utara yang jarang diketahui orang.

1. Di sana ternyata ada Coca-Cola juga

Dulu, Korea Utara pernah jadi satu-satunya tempat di mana kamu tidak bisa menemukan Coca-Cola. Sekarang, barang-barang Amerika dan Eropa dapat ditemukan dengan mudah terlepas dari adanya embargo terhadap Korea Utara. Namun, beberapa benda tetap tidak tersedia, contohnya memory card kamera.

2. Kamu bisa belanja macam-macam

Korea Utara mungkin tidak memberi kesan sebagai surga belanja seperti Hong Kong atau Singapura. Tapi pada kenyataannya, kamu bisa, kok, menghabiskan uang di sini. Selain suvenir, kamu bisa membelanjakan uangmu untuk macam-macam camilan, kartu pos, bir buatan lokal, atau bahkan untuk hiburan sirkus dan pasar malam.

3. Banyak tempat pembuatan bir skala kecil

Sudah bukan rahasia lagi bahwa orang Korea Utara senang minum minuman keras. Selain itu, Korea Utara juga memiliki hamparan padi dan barley yang luas. Gabungkan keduanya, maka hasilnya adalah tempat produksi bir yang menjamur. Beberapa di antaranya juga bisa dikunjungi oleh wisatawan. Bahkan, sangat mudah menemukan bar dan hotel yang memproduksi birnya sendiri.

4. Orang Korea Utara bisa bersenang-senang juga

Hari Buruh

Hari Buruh di Korea Utara dirayakan dengan mengikuti berbagai perlombaan seru

Apakah kamu membayangkan Korea Utara sebagai tempat yang membosankan dan tidak menawarkan banyak hiburan? Kamu bukan satu-satunya. Mar Pages juga berpikir begitu, sampai ia melihat sendiri bahwa orang Korea Utara ternyata punya banyak sumber hiburan. Pantai dan taman ramai oleh orang tua dan anak-anak yang sedang menghabiskan waktu bersama, dan ternyata mereka juga suka berkaraoke, lho.

5. Kamu boleh mengambil foto

Wisatawan yang datang ke Korea Utara diberikan cukup banyak kebebasan untuk mengambil foto. Kalaupun ada larangan berfoto, umumnya larangan tersebut memang wajar. Misalnya, kamu tidak boleh mengambil foto di pos militer dan Mausoleum tempat Kim Il-Sung dan Kim Jong-Il disemayamkan. Meski demikian, kamu harus selalu mematuhi kata pemandu wisatamu seandainya diminta untuk menghapus atau tidak mengambil foto di tempat tertentu.

6. Tentara di Korea Utara ternyata ramah-ramah

Tentara Korea Utara

Tentara Korea Utara yang sedang berjaga di DMZ

Korea Utara adalah negara dengan jumlah tentara terbanyak ke-4 di dunia, jadi tidak heran kalau kamu bisa melihat tentara di mana-mana. Tentara-tentara ini mudah dikenali dengan seragam cokelat berbintang merah yang mereka kenakan. Saat diajak berbincang melalui penerjemah, tentara di DMZ (Zona Demiliterisasi Korea, kawasan perbatasan antara Korea Utara dan Korea Selatan) menunjukkan sikap tertarik dan murah senyum.

7. Banyak yang punya telepon seluler

Korea Utara merupakan salah satu negara dengan tingkat penetrasi ponsel terendah di dunia. Karena itu, Mar Pages cukup kaget saat melihat banyak yang punya ponsel. Di jalanan, orang-orang menelepon sambil mengendarai sepeda dan motor. Meski begitu, turis internasional baru bisa mendapat roaming di DMZ, di mana kamu bisa menangkap sinyal dari Korea Selatan.

8. Kamu hanya bisa ke Korea Utara melalui 2 negara

Air Koryo

Air Koryo, maskapai penerbangan nasional milik Korea Utara

Satu-satunya cara menuju Korea Utara adalah melalui Rusia atau Tiongkok. Dari Rusia, pilihan terbaik adalah berangkat dari Vladivostok yang merupakan kota pelabuhan terbesar di Rusia. Sementara itu, terdapat beberapa pilihan bagi kamu yang ingin ke Korea Utara via Tiongkok, salah satunya dengan kereta api dari Kota Beijing.

[Cek harga hotel di Beijing di sini]

9. Paspormu tidak akan dicap di imigrasi Korea Utara

Selain Israel, Korea Utara juga merupakan negara yang tidak akan memberi cap pada paspormu. Sebagai gantinya, pihak imigrasi akan membubuhkan cap pada kertas terpisah. Kalau kemudian orang melihat paspor kita, tidak ada tanda yang menunjukkan bahwa kita pernah ke Korea Utara.

10. Kamu tidak boleh mencoba membuat penduduk setempat pindah agama

Turis yang datang ke Korea Utara diperingatkan untuk tidak mencoba-coba membuat penduduk setempat pindah agama. Di sana, agama sudah digantikan oleh kultus individu kepada Kim Il Sung dan Kim Jong Il. Gereja dan masjid biasanya didirikan karena adanya kebutuhan pegawai-pegawai kedutaan besar, misalnya masjid di kompleks Kedutaan Besar Iran.

11. Membuat visa Korea Utara itu mudah

Visa Korea Utara

Kartu turis yang berisi visa Korea Utara

Untuk mendapatkan visa Korea Utara, kamu harus memakai jasa agen perjalanan resmi yang berada di Tiongkok. Foto dan scan paspor dapat dikirimkan ke agen pilihanmu via e-mail. Setelah itu, yang harus kamu lakukan hanyalah mengurus visa double entry Tiongkok karena kamu akan masuk dan keluar dari Korea Utara melalui Tiongkok.

Proses mendapatkan visa ini berlaku untuk turis. Nantinya, kamu harus menandatangani surat yang menyatakan bahwa kamu bukan jurnalis sebab agen perjalananmu bisa kena masalah kalau ada jurnalis yang diam-diam masuk ke Korea Utara sebagai turis.

12. Mobil modern ada di mana-mana

Selain mobil dari Rusia dan Tiongkok, mobil dari negara-negara Eropa dan Jepang juga terlihat berseliweran di jalanan. Mobil-mobil tersebut tampak cukup baru —yang pasti, suasana jalanan Korea Utara berbeda dari Kuba yang masih didominasi mobil jadul dari Amerika. Mengingat gaji rata-rata orang Korea Utara hanya $100-200 per bulan, mobil-mobil yang ada tersebut biasanya milik perusahaan atau diplomat.

13. Korea Utara punya zona waktunya sendiri

Pada tahun 2015, di hari kemerdekaannya yang ke-70, Korea Utara mengumumkan zona waktu baru yang dinamakan “Pyongyang Time”. Pyongyang Time berada pada GMT+08.30 atau 30 menit di belakang zona waktu Jepang. Keputusan ini diambil sebagai bentuk pemisahan diri dari warisan kolonialisme Jepang.

14. Semua orang berpenampilan seragam

Warga Korea Utara

Laki-laki dan perempuan dewasa serta anak-anak Korea Utara memiliki ciri khas pakaiannya masing-masing

Jalan-jalan di Korea Utara, mustahil untuk tidak menyadari keseragaman di antara para penduduknya. Perempuan memakai rok selutut yang dipadankan dengan atasan warna netral, laki-laki memakai celana panjang dan kemeja putih atau biru, sementara anak-anak memakai seragam yang terdiri dari celana biru dan kemeja putih dengan kacu merah. Model rambut pun sama-sama dibatasi oleh pemerintah.

15. Kamu bisa nonton saluran BBC dan Al-Jazeera

Entah apakah terjadi kesalahan teknis atau kedua saluran ini memang disiarkan di Korea Utara, tapi BBC World dan Al-Jazeera muncul di TV hotel saat Mar Pages berkunjung ke Korea Utara. Di negara yang sangat tertutup seperti Korea Utara, hadirnya saluran berita asing tentu merupakan hal yang cukup mengejutkan.

16. Kamu tidak akan menemukan foto Kim Jong Un terpampang di tempat-tempat umum

Semua orang dapat melihat wajah Kim Il Sung dan Kim Jong Il terpampang di seluruh negeri, salah satunya yang paling megah adalah patung setinggi 22 meter di Mansu Hill Grand Monument. Menariknya, sosok pemimpin Korea Utara saat ini, Kim Jong Un, tidak terlihat di mana pun. Bahkan tiap berkunjung ke suatu tempat, pemandu wisata tidak menyebutkan namanya meski mereka tidak lupa menyebutkan berapa kali Kim Il Sung dan Kim Jong Il pernah berkunjung ke tempat tersebut.

Update Oktober 2017: mulai tahun 2017, Korea Utara mulai merencanakan pembangunan monumen dan mural yang didedikasikan kepada Kim Jong Un.

17. Wisatawan tidak menggunakan mata uang lokal

Bagi turis yang berharap bisa membawa pulang uang Won sebagai kenang-kenangan, bersiaplah kecewa karena membawa Won keluar dari Korea Utara adalah tindakan ilegal. Bukan hanya itu, turis juga hanya boleh bertransaksi menggunakan Euro, Dollar Amerika, Yen, dan Yuan. Jangan kaget kalau kamu diberi kembalian dalam mata uang berbeda dari yang kamu bayarkan, itu normal kok.

18. Korea Utara tidak sekering dan setandus yang dibayangkan

Di daerah pedesaan, sejauh mata memandang terlihat gunung, sungai, dan tanah pertanian. Meski begitu, bencana kelaparan masih terjadi bahkan di zaman modern seperti ini. Rendahnya curah hujan dan salju menyebabkan berkurangnya air untuk sawah, dan luas total pertanian yang hanya 20% dari seluruh teritori membuat Korea Utara bersusah payah memenuhi kebutuhan pangan.

19. Pemandu wisatanya hangat dan bersahabat

Begitu keluar dari penginapan, turis yang berkunjung ke Korea Utara harus selalu ditemani oleh pemandu wisata yang akan memastikan turis tersebut tidak berkelana ke tempat-tempat yang tidak seharusnya. Karena tugasnya yang serius itu, mungkin kita mengira mereka akan bersikap dingin dan formal. Tapi ternyata ada beberapa yang tidak begitu, kok. Pemandu yang menemani Pages selama perjalanan bersikap ramah dan selalu menanyakan apakah ia merasa senang dengan tripnya.

20. Korea Utara memiliki beberapa situs warisan dunia UNESCO

Makam Raja Kongmin

Makam Raja Kongmin, salah satu situs warisan budaya UNESCO di Korea Utara

Selain situs-situs berbau propaganda, ternyata Korea Utara juga memiliki beberapa situs warisan budaya UNESCO yang menarik dikunjungi. Kompleks Makam Koguryo di Pyongyang merupakan salah satu situs makam raja-raja Koguryo, sebuah kerajaan kuno yang berdiri pada 37 SM di bagian utara Semenanjung Korea. Selain Kompleks Makam Koguryo, terdapat pula Situs dan Monumen Bersejarah di Kota Kaesong yang terdiri dari 12 komponen berbeda, salah satunya Makam Raja Kongmin.

21. Pengunjung ditawari terlalu banyak makanan

Masakan tradisional Korea Utara

Masakan tradisional Korea Utara

Pada tahun 90-an, Korea Utara mengalami bencana kelaparan yang menewaskan setengah juta penduduknya. Sampai sekarang orang-orang masih takut hal yang sama akan terulang. Namun, warga Korea Utara tidak akan membiarkan pengunjung yang datang ke negaranya kekurangan makanan. Mereka akan memenuhi mejamu dengan terlalu banyak makanan sebagai bentuk keramahtamahan mereka.

22. Bagi mereka, tidak ada yang namanya Korea Utara

Bagi mereka, tidak ada yang namanya Korea Utara dan Selatan —yang ada hanyalah Korea. Di nama resminya pun, yaitu Democratic People’s Republic of Korea, tidak ada istilah Korea Utara. Pemandu wisata, peta, dan material lainnya mengacu Korea Utara sebagai Korea saja, dan turis pun diharapkan melakukan hal yang sama. Meski begitu, kita diperbolehkan mengatakan “bagian utara Korea”.

Baca juga:

Tur Menegangkan di Perbatasan Korea Utara

Aneka Kuliner “Tidak Biasa” dari Korea Selatan

Survival Tips – Jalan-Jalan ke Tiongkok Tanpa Pemandu

Comments


Sumber : Wego.co.id